Minggu, 02 Desember 2012

Syair Kahlil Gibran,,

Syair Kahlil Gibran tentang Patah
Hati – Sayap-sayap Patah Kahlil
Gibran.
  ___ Lantaran kisah cinta
pertama Kahlil Gibran kandas
ditengah jalan karena perbedaan
kasta dan derajat, maka terciptalah
puisi patah hati karya kahlil
gibran berjudul “Sayap-sayap
Patah” yang sangat menyentuh
hati.

Dari pengalaman kegagalan cinta
pertamanya tersebut, membuat
Kahlil Gibran jadi anti dengan adat
perkawinan yang terlalu
mementingkan kasta dan derajat di
negaranya tersebut (Lebanon).
Berikut adalah bunyi puisi kahlil
gibran tentang patah hati yang
berjudul Sayap-sayap patah.

Sayap-Sayap Patah,
Syair
Patah Hati Kahlil Gibran

     Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan
sekeping hati ini..
Begitu rapuh dan mudah
terluka..
Saat dihadapkan dengan
duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan
asa..
Mengapa dia menciptakan
rasa sayang dan rindu
Didalam hati ini..
Mengisi kekosongan di
dalamnya
Menyisakan kegelisahan
akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang
tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat..
juga meninggalkan
kepedihan yang tak terkira
Mengapa dia menciptakan
kegelisahan dalam relung
jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada..
Tak berdaya melawan
gejolak yang menerpa…
Wahai ilalang…
Pernah kan kau merasakan
rasa yang begitu menyiksa
ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa
meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan
raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa
sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat
berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang
kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa
maksudmu
Hanya menduga..
Bisikanmu mengatakan ada
seseorang di balik bukit
sana
Menunggumu dengan
setia..
Menghargai apa arti cinta…
Hati yang terjatuh dan
terluka
Merobek malam menoreh
seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap
patahku
Mengikuti hembusan angin
yang berlalu
Menancapkan rindu….
Disudut hati yang beku…
Dia retak, hancur bagai
serpihan cermin
Berserakan ….
Sebelum hilang di terpa
angin…
Sambil terduduk lemah….
Ku coba kembali mengais
sisa hati
Bercampur baur dengan
debu
Ingin ku rengkuh…
Ku gapai kepingan di sudut
hati…
Hanya bayangan yang ku
dapat….
Ia menghilang saat mentari
turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan
kembali sayap ini
Ia telah patah..
Tertusuk duri-duri yang
tajam….
Hanya bisa meratap….
Meringis..
Mencoba menggapai
sebuah pegangan..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar